Tanda Orang Yang Sukses

Ketika membaca surah Ali Imran ayat 185 dan terjemahannya, ada beberapa hal muncul di benak untuk kita jadikan sebagai bahan renungan. Allah berfirman yang artinya:

Inilah Rahasia Di Balik Berteman Dengan Orang Buruk

Islam mengatur kehidupan umat manusia dengan sangat baik. Islam memberikan petunjuk secara paripurna dengan cara yang sangat sempurna. Islam mengatur seluruh persoalan, pun yang dianggap tidak penting bagi pandangan hidup orang kekinian.

Ketika Inggris Mengidolakan Dunia Islam

Tanpa orang-orang Islam, mungkin tak akan ada gula dan Shakespeare di Inggris. Jerry Brotton dalam The Sultan and the Queen melacak pengaruh Islam terhadap budaya Inggris selama setengah millennium (500 tahun), antara masa Perang Salib hingga kebangkitan Kerajaan Inggris di Timur Tengah.

Etika Dalam Menasehati Orang Lain

Nasihat memiliki tempat yang penting dalam agama Islam. Memberi nasihat dapat memantapkan persaudaraan di antara umat Islam. Terlebih, bila nasihat yang disampaikan seorang Muslim semata-mata hanya karena Allah dan muncul sebagai wujud kasih sayang terhadap saudaranya.

Mengapa Yahudi Begitu Takut Pada kaum Wanita ?

Barat mengalami kehancuran total pada sisi masyarakatnya karena bermula dari kehancuran moral yang menimpa wanitanya.

Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hikmah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 26 Januari 2017

Inilah Kunci Untuk Mendapatkan Ketenangan Hidup

Kunci Mendapatkan Ketenangan Hidup Ternyata Hanya Satu, Yaitu..

Banyak orang yang merasa tidak tenang dalam hidupnya, padahal ia hidup dalam keadaan sangat berkecukupan. Beberapa aktris dan tokoh terkenal di luar sana bahkan berani mengakhiri hidup dengan alasan dirinya tidak menemukan ketenangan. Hal itu membuktikan bahwa, ketenangan dan kedamaian hidup bukan berasal dari harta atau kekuasaan.

Lalu, bagaimana cara yang paling benar untuk mendapatkan ketenangan dalam hidup?
Memiliki emosi seperti sedih ,gelisah, marah dan lain sebagainya memang merupakan hal yang manusiawi. Biasanya, emosi-emosi seperti itu akan muncul ketika sesuatu yang buruk terjadi, namun tidak menutup kemungkinan muncul saat hidup sedang baik-baik saja. Hal itu disebabkan karena, manusia selalu merasa kurang atas segala sesuatu. Akhirnya, mereka akan terus berusaha mencapai keinginannya untuk merasa puas dan tenang.
Padahal, sudah jelas disebutkan dalam Al-Quran bahwa orang-orang yang akan mendapatkan ketenangan adalah mereka yang menjaga imannya. Allah Subahanu wa Ta’ala berfirman,
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencapuradukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat ketenangan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(Q.S Al-Anaam:82).
sumber : dailymoslem.com

Rabu, 25 Januari 2017

Makna Dan Hakekat Sujud



Dalam ayat terakhir surah Al-‘Alaq, Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “wasjud waqtarib.” Sebuah ayat yang berisi perintah, dan sujudlah dan dekatkanlah (dirimu kepada-Ku). Maknanya gamblang dan jelas, bahwa bersujud merupakan suatu sarana dalam ber-taqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah.
Ditinjau dari nilai-nilai psikologis, posisi sujud adalah rukun sholat yang memiliki nilai keutamaan yang lebih tinggi ketimbang gerakan atau rukun sholat yang lainnya.
Saat bersujud adalah saat di mana seorang hamba betul-betul merendah, menunjukkan kerendahannya di hadapan sang Ilahi Rabbi.
Pada saat kita bersujud, posisi kepala kita berada di tanah. Lebih rendah dari dada, lebih rendah dari perut, bahkan lebih rendah dari dubur. Ada nilai filosofis yang besar yang terkandung di dalam gerakan sujud.
Apabila diibaratkan kepala itu sebagai tempatnya akal, pikiran, atau rasionalitas, sementara dada itu adalah tempatnya hati (qalb), pada saat kita bersujud, posisi akal pikiran kita berada lebih rendah dibandingkan dengan posisi hati (qalb atau qalbu) kita.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu.
أقرب ما يكون العبد الى الله عزوجل اذا سجد, فاكثروا الدعاء عند ذلك
“Jarak paling dekat antara seorang hamba dengan Allah SWT adalah ketika ia sedang bersujud. Maka perbanyaklah doa pada saat yang demikian.”
Ditinjau dari segi etimologi kebahasaan, sujud berarti tunduk dan khudu’, merendah, serta cenderung. Namun secara istilah, sujud bermakna meletakkan sebagian dari kening ke atas tanah tanpa penghalang.

Kesempurnaan Sujud

Meletakkan kedua lutut, telapak tangan secara keseluruhan, kedua telapak kaki, kening bersamaan dengan hidung. Para ahli fiqih bersepakat bahwa sujud yang sempurna pada tujuh anggota tubuh. Ketujuh anggota tubuh itu adalah:
  • kening
  • kedua telapak tangan
  • kedua lutut
  • kedua bagian telapak kaki
Pada saat bersujud, wajah, sebagai bagian tubuh yang paling tinggi dan paling terhormat, diletakkan di bawah sehingga sejajar dengan telapak kaki. Ini menyimbolkan kerendahan diri kita untuk di hadapan Allah SWT.
sumber : fimadani.com

Subhanallah, Inilah Pahala Yang Luar Biasa Jika Mendidik Anak Perempuan



Dalam mendidik anak perempuan ada pahala yang besar yang akan didapat, bersabar terhadap sikap mereka pun sama juga akan mendapat pahala yang besar

Dalam mendidik anak perempuan ada pahala yang besar yang akan didapat, bersabar terhadap sikap mereka pun sama juga akan mendapat pahala yang besar. Betapa penting dan besar peran orang tua dalam mendidik mereka. Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ عال جارتين (بنتين) حتى تبلغا، جاء يوم القيامة أنا وهو وضم أصابعه
“ Barangsiapa yang mengasuh dua anak wanita hingga keduanya baligh, maka ia akan datang pada hari Kiamat, aku dan dia seperti ini (beliau menyatukan dua jarinya)”. [Diriwayatkan oleh Muslim].
Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha ia berkata  (artinya). ‘Seorang wanita datang menemuiku dengan membawa dua putrinya sambil meminta, ia tidak dapati padaku selain sebuah kurma saja, lalu aku memberikan kurma tersebut kepadanya, ia pun membagikannya kepada dua putrinya sedang ia sendiri tidak makan sedikitpun, kemudian ibu itu bangkit lalu keluar, lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam masuk menemui kami, dan akupun memberitahukan hal tersebut kepada beliau, maka beliau bersabda,
من ابْتُلِي من هذهِ البناتِ بشيٍء كُنَّ لهُ سِترًا من النار
“ Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan, lalu ia berbuat baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka. ” ‘ . [Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim].
Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (artinya): “Barangsiapa yang memiliki tiga anak perempuan, ia mengasuh mereka (dalam rumahnya), mencukupi mereka, dan menyayangi mereka maka tentu telah wajib baginya surga”. Maka ada salah seorang dari kaum berkata, “Kalau dua anak perempuan Ya Rasulullah?”. Nabi berkata, “Dua anak perempuan juga” (HR. Ahmad, dinilai shahih oleh Al Albani)
Dalam riwayat lain ada tambahan, “Sampai-sampai kami menyangka kalau ada orang yang berkata, “Kalau satu anak perempuan?”, maka tentu Nabi akan menjawab (artinya), “Satu anak perempuan juga”. [Dihasankan oleh Al-Albani].
Dari Uqbah bin ‘Amir dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda  (artinya) “ Barangsiapa memiliki tiga anak perempuan, lalu ia bersabar terhadap mereka, ia beri makan mereka, ia beri minum mereka dan ia beri pakaian kepada mereka dari kecukupannya,, niscaya mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka pada hari kiamat”.  [HR Ibnu Maajah no 3669 dan dinilai shahih oleh Al-Albani] .
Tetap semangat duhai jiwa yang merindukan surga, jagalah anak-anak perempuan itu dengan baik!
sumber : Muslimah.Or.Id

Selasa, 24 Januari 2017

Wahai Para Suami, Bersabarlah Terhadap Apapun Sikap Istrimu

para-suami-bersabarlah-terhadap-istrimu

Wahai para suami, bersabarlah dengan keadaan istrimu; bagaimana pun kondisinya. Bersabarlah dengan sikap baik dan buruknya, sebab di sana ada kebaikan yang amat banyak. Bisa jadi, ada sifat buruk istri yang tidak disukai, namun di dalamnya terdapat kebaikan yang banyak dan baru bisa kau dapatkan kelak di kemudian hari.
Wahai para suami, seberapa pun lamanya kalian menjalani kehidupan rumah tangga, bersabarlah. Sebab tidak ada balasan yang layak bagi pelaku kesabaran, kecuali surga yang telah Allah Ta’ala sediakan kelak di akhirat.
Guna menguatkan kesabaran, sering-seringlah membaca Kalam Allah Ta’ala, sabda Nabi-Nya yang mulia, juga kisah-kisah mencerahkan jiwa dari ulama’-ulama’ yang besar rasa takut dan harapnya kepada Allah Ta’ala. Merekalah sebaik-baik generasi; yang telah berikan contoh terbaik dalam menjalani kehidupan yang kian dahsyat godaannya.

Imam Ibnu al-Jauzi dalam kitabnya Shaid al-Khatir mengisahkan sebuah cerita kesabaran seorang suami. Ialah Syeikh Abu Utsman an-Naisaburi. Beliau adalah orang ‘alim, shaleh, kaya, sekaligus terhormat. Namun, sebab usianya yang tak muda lagi, beliau tidak berniat untuk menikah lagi.
Kemudian datanglah seorang wanita yang menawarkan dirinya untuk dinikahi. Inilah di antara tanda kemuliaan seorang wanita shalehah yang menjaga dirinya. Guna melindungi diri dari zina, mereka memilih untuk minta dinikahi oleh orang shaleh dengan cara yang baik.

Maka, Abu Utsman pun mendatangi walinya untuk melamar. Saat mendengar apa yang disampaikan, wali sang wanita itu amat terkajut, haru, sekaligus bahagia. Betapa mulianya, pikirnya, sebab ia dan anaknya bukan berasal dari keluarga yang mampu.
Maka, keduanya pun menikah secara sah dalam naungan keberkahan, insya Allah. Malam harinya, Abu Utsman memasuki kamar pengantin. Ia terkejut ketika melihat kondisi istrinya. Rupanya sang istri adalah sosok yang cacat fisik dan matanya.

Namun, saat ia hendak pergi, sang istri yang cacat itu memintanya agar tetap berada di dalam kamar menemaninya. Abu Utsman berkata, “Aku tetap berada dalam kondisi itu selama lima belas tahun.” Pungkas Abu Utsman, “Aku berharap amalan itu mendapatkan balasan terbaik dari Allah Ta’ala.”

Sungguh, lima belas tahun bukanlah waktu yang sebentar. Bersabar selama itu tidak mungkin dilakukan, kecuali oleh mereka yang bagus kualitas iman dan taqwanya. Kesabaran itu, hanya bisa dilakukan oleh mereka yang besar rasa cintanya kepada Allah Ta’ala. 

sumber: keluargacinta

Larangan Islam di Prancis Pada 2027 Dikecam

Larangan Islam di Prancis Pada 2027 Dikecam

Kabar mengejutkan sekaligus memprihatinkan bagi umat muslim datang dari salah satu negara di wilayah Benua Eropa, yaitu Prancis. Pasalnya, beberapa waktu yang lalu salah seorang walikota di sebuah kota kecil di selatan Prancis yang bernama Kota Venelles menyebutkan bahwa islam akan dilarang untuk tumbuh di Prancis mulai tanggal 18 Oktober 2027 kelak. Pernyataan tersebut didasarkan pada kicauan sang walikota di akun media sosial twitter miliknya.

Dialah Robert Chardon, walikota dari Partai UMP yang telah menyusun rencana pelarangan terhadap islam tersebut. Namun, tampaknya kicauan yang telah ia buat di akun media sosial telah membawanya ke dalam sebuah permasalahan yang teramat pelik. Ia telah diskors oleh partainya akibat dari tindakannya yang merugikan masyarakat.
Bahkan, seorang mantan presiden yang berasal dari partai yang sama dengan Chardon, Nicholas Sarkozy memutuskan untuk menjauhkan diri dari Chardon . Hal tersebut disebabkan oleh kemungkinan bahwa Sarkozy hendak kembali mencalonkan diri sebagai presiden pada tahun 2017 mendatang.
Ulah yang dilakukan Chardon tersebut memang dapat merusak citra partai, apalagi saat ini banyak sekali pekerjaan yang membutuhkan simpati dari masyarakat luas, sehingga apa yang telah dilakukan oleh Chardon tersebut dapat mengurangi rasa simpati masyarakat terhadap partai UMP, terutama umat islam yang berada di negara Prancis.
Perkembangan Islam yang Signifikan
Walaupun jumlah umat islam di Prancis sangat sedikit, namun seiring perkembangan waktu jumlah tersebut semakin lama semakin meningkat. Seperti yang telah diketahui bahwa pada tahun 2000-an yang lalu jumlah umat muslim di Prancis diperkirakan hanya sekitar 4,1 juta jiwa yang berasal dari kelahiran dalam keluarga islam, dan sekitar 400 ribu jiwa yang berasal dari perpindahan agama.
Lalu pada tahun 2009, selang 9 tahun kemudian jumlah umat muslim di Prancis diperkirakan telah mencapai sekitar 7 juta jiwa. Hal inilah yang membuat masyarakat Eropa semakin takut dengan keberadaan Islam yang semakin hari semakin berkembang pesat. Namun demikian, bukan berarti seorang pemimpin boleh membuat aturan sendiri untuk menghentikan perkembangan suatu agama di suatu tempat.
sumber : beritamuslim.com

2 Bisikan Iblis Ini Sering Membuat Manusia Gagal Dalam Membendungnya



Sejenak mari kita evaluasi diri secara lengkap. Sejauh mana kita memperbaiki diri dan bertaubat atas segala dosa/kesalahan. Selain perbaikan dan taubat, evaluasi seharusnya juga mencakup kenapa kita melakukan dosa/kesalahan tersebut. Sudah barang tentu iblis yang menggoda kita, namun kenapa kita sampai terbujuk?. Kiranya perlu kita mutaba’ah dan muhasabah diri secara komprehensif agar lebih tahan terhadap godaan ataupun gangguan iblis.
Iblis sangat pandai dan cerdas dalam menggoda manusia. Dari segala penjuru dan semua jurus digunakan untuk menjerumuskan manusia ke lembah nista yang bernama dosa. Kalaupun iblis kalah, selalu saja ada celah yang bisa membuat iblis tersenyum ceria. Sungguh hal ini yang sering tidak manusia duga. Seolah-olah hal tersebut baik dan tidak mengapa, tetapi sejatinya termasuk jebakan iblis yang membuat manusia merana.
Ada dua hal yang dibisikkan iblis saat manusia menolak ajakannya. Dua hal tersebut yaitu:
  1.  Ya udah, lakukan dosa atau hal negatif yang lebih ringan.                           Seringkali saat manusia mampu menghadapi godaan iblis, manusia merasa menang dan tidak waspada. Padahal belum tentu iblis berhenti. Iblis selalu memanfaatkan celah apapun yang bisa dimasuki, agar manusia tetap tidak maksimal dalam setiap kebaikan. Bisikan yang pertama ini selalu dihembuskan dalam otak kita. Saat kita mampu menolak minum alkohol bersama teman, iblis bisikkan untuk bergadang , menonton atau menghabiskan waktu tanpa manfaat. Saat kita mengikuti kajian, iblis menggoda dengan keterlambatan dan atau ketidak seriusan. Dan contoh lain yang masih banyak lagi. Waspadalah, ini jebakan iblis yang cukup mematikan. Bisa jadi dari dosa atau hal negatif yang ‘ringan’ menjadi awal dosa besar yang tidak terampunkan.
  2. Gak apa-apalah, nanti lakukan istighfar dan berbuat baik.
Memang benar adanya sesuai sabda nabi tercinta, bahwa kebaikan dan istighfar bisa menhapus dosa dan kesalahan. Namun tetap saja noda hitam dan hisab terhadapnya akan tetap dilakukan. Lagi pula siapa tahu umur dan kapan malaikat maut datang menjemputnya. Belum tentu setelah melakukan dosa lantas selalu ada waktu untuk taubat ataupun berbuat amal kebajikan. Siapa sangka maut datang saat melakukan dosa atau saat sebelum taubat dilakukan. Duhai, alangkah sikap ceroboh dan bahaya sekali jika menuruti bisikan iblis yang kedua ini. Bisikan menyesatkan dan membuat hati menjadi lalai. Iblis tersenyum sumringah jika ada manusia yang terjerumus dalam bisikan dan jebakan membahayakan ini.

Dosa dan salah memang tidak bisa lepas dari manusia. Namun bukan berarti hal tersebut menjadi alasan atau pembenaran untuk melakukan dosa/kesalahan tanpa ada evaluasi dan perubahan. Yakinlah iblis dan bala tentaranya senantiasa tidak rela dengan ibadah dan amal baik yang manusia lakukan. Mereka akan merusak atau mengurangi kesempurnaan ibadah dan amal baik manusia dari segala penjuru arah. Semua aspek kehidupan dan kesempatan digunakan iblis untuk menambah kawan. Tak lepas satu perangkap, iblis pasang dan jebak manusia dengan cara yang lebih halus lagi. Begitulah memang tabiat dan watak iblis yang harus kita waspadai.

Maka dari itu, mari kita jaga hati, fikiran dan perkataan kita dari segala bentuk bisikan dan godaan iblis. Jangan pernah lengah dan puas dengan segala kebaikan atau ibadah yang kita lakukan. Senantiasa waspada dan hati-hati dengan tipu daya mereka. Selalu lakukan muhasabah dan mutabaah terhadap amal serta dosa kita.

Semoga Allah SWT mudahkan dan kokohkan langkah serta usaha kita dalam menjaga hati, fikiran dan perkataan agar tetap sesuai syariatNya. Tanpa ternoda oleh bujuk rayu dan jebakan iblis yang memang terlihat manis tapi sebenarnya bengis. Semoga menjadi peringatan buat penulis khususnya dan pembaca sekalian. Wallahua’lam bishowab. 
sumber : keluargacinta.com

Wahai Para Istri, Jangan Lakukan 4 Hal ini Ketika Suami Tidak di Rumah



Wahai para istri, jika suamimu pergi, janganlah engkau melakukan empat hal ini. Sebab empat hal ini telah dilarang dalam Islam yang jika dilanggar maka akan menjadi dosa dan bisa membawa pengaruh buruk bagi keluarga.

Menerima tamu laki-laki yang bukan mahramnya

Ketika suami tidak di rumah, istri dilarang menerima tamu laki-laki yang bukan mahramnya. Bahkan, tamu perempuan pun jika tidak disukai suami karena bisa mendatangkan pengaruh negatif pada anak-anak atau keluarga, istri juga tidak boleh menerimanya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:

وَلَاْ تَأْذَن فِي بَيتِهِ إِلاّ بِإِذنِهِ“Dan istri tidak boleh mengizinkan orang lain masuk ke rumahnya kecuali dengan izin suaminya” (HR. Bukhari dan Muslim)

وَلَكُم عَلَيهِنَّ أَلَّا يُوطِئنَ فُرُشَكُم أَحَدًا تَكرَهُونَهُ

“Hak kalian yang menjadi kewajiban mereka, mereka (istri) tidak boleh memasukkan lelaki ke rumah” (HR. Muslim)
Adapun jika ia adalah mahram seperti ayah dan saudara, tentu boleh-boleh saja datang bertamu meskipun suami tidak ada di rumah.

Tidak menjaga diri dan kehormatan

Para wanita muslimah diwajibkan untuk senantiasa menjaga diri dan kehormatannya kapan pun dan di mana pun. Ketika sudah menikah, ia pun harus senantiasa menjaga diri dan kehormatannya terutama ketika suami sedang tidak ada di rumah.
Menjaga diri ketika suami tidak di rumah merupakan salah satu indikator wanita shalihah, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ

“Sebab itu wanita yang salehah, adalah yang taat kepada Allah dan menjaga diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara mereka” (QS. an-Nisa: 34)
Sebaliknya, ketika seorang istri tidak menjaga dirinya ketika suaminya tidak di rumah, maka itu adalah salah satu indikator wanita durhaka.

Bepergian ketika suami tidak di rumah

Ketika suami tidak ada di rumah, istri dilarang keluar rumah atau bepergian. Apalagi jika tanpa izin dari suami alias memanfaatkan kesempatan.

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى

“Tetaplah kalian tinggal di dalam rumah-rumah kalian dan janganlah bertabarruj  sebagaimana penampilannya orang-orang jahiliyah yang pertama” (QS. Al Ahzab: 33)

Tabarruj

Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala pada Surat Al Ahzab ayat 33 di atas, wanita muslimah dilarang tabarruj yakni berpenampilan yang menampakkan tubuh dan perhiasan. Tabarruj dilarang, apalagi tabarruj ketika suami tidak di rumah. Untuk siapa dia berhias dan menampak-nampakkan perhiasannya?
sumber : keluargacinta.com

Ingin Terhindar Dari Penyakit, Bacalah Surat Al Quran Berikut Ini



Bismillah, wash sholaatu was salamu ‘ala rasulillaah.
Sebagai insan beriman, dalam mencapai berbagai tujuan kita diajari untuk melakukan usaha secara dhahir dan bathin. Termasuk dalam usaha menjaga kesehatan, ikhtiar kita pun ada yang dhahir dan bathin. Ikhtiar dhahir di antaranya mencukupi kebutuhan gizi, mempraktekkan pola hidup sehat, dan menghindari berbagai sumber penyakit. Adapun usaha bathin, tentu kita berdoa dan membaca wirid untuk meminta pertolongan kepada Allah Ta’ala.Salah satu wirid yang dapat kita amalkan untuk mendapat fadhilah kesehatan ialah membaca surat Al-Falaq.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
وَمِنْ شَرِّ غَاسِقٍ إِذَا وَقَبَ
وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ
وَمِنْ شَرِّ حَاسِدٍ إِذَا حَسَدَ
Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan Yang Menguasai subuh,
dari kejahatan makhluk-Nya,
dan dari kejahatan malam apabila telah gelap gulita,
dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul,
dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki”. (QS. Al-Falaq: 1-5).

Syaikh Abu Bakar Al-Jazairi dalam kitab Aysarut Tafasir mengemukakan bahwa ayat kedua surat ini berisi permohonan perlindungan: dari segala sesuatu yang diciptakan Allah Ta’ala berupa makhluk yang mukallaf seperti manusia dan yang tidak mukallaf seperti hewan-hewan, benda mati. Jadi maknanya ialah dari keburukan seluruh makhluk yang menjadi sebab datangnya keburukan.

Dengan demikian, membaca surat ini dengan niat berlindung kepada Allah merupakan salah satu usaha untuk menghindarkan diri dari berbagai penyakit.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga menghasung kita untuk rutin membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

 وعن عبد الله بن خبيب بضم الخاء المعجمة رضي الله عنه قال قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم اقرأ قل هو الله أحد والمعوذتين حين تمسي وحين تصبح ثلاث مرات تكفيك من كل شيء رواه
أبو داود والترمذي وقال حديث حسن صحيح

Dari Abdullah bin Khubaib radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda kepadaku, “Bacalah Qul huwallahu ahad dan al-mu’awwidzatain (Al-Falaq dan An-Nas) pada waktu sore dan pagi tiga kali. Niscaya akan mencukupimu dari segala sesuatu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan bahwa hadits hasan shahih).

sumber : kesehatanmuslim.com

Senin, 23 Januari 2017

Masya Allah Sungguh Luar Biasa, Inilah Kemenangan Bagi Orang Yang Bertaqwa



Kemenangan Pasti bagi orang Bertaqwa (وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ)….!!! Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar Walillahi hamd….! – Kami bukanlah kaum Nabi Musa Alayhi Salam yang di belah lautan karenanya, dan meraih kemenangan dari Allah Ta’ala melawan firaun dan bala tentaranya. Namun kami adalah Pejuang Dakwah dan Tarbiyah yang terombang ambing membelah luasnya lautan Nusantara yang berbekal taqwa kepadaNYA…! 

– Kami bukanlah pasukan Muhammad Al-Fatih yang membawa pasukan dan senjata yang canggih, menarik perahu melewati gunung kemudian meraih kemenangan di bumi konstantinopel. Namun kami adalah pejuang Dakwah dan Tarbiyah yang berlayar di atas lautan menyatukan hati dalam perjuangan dan menebar cinta karenaNYA 

– Kami bukanlah pasukan Thariq Bin Ziyad yang membakar kapal hingga yang tersisa di depan mata adalah  para musuh dan lautan di belakangnya. Tak ada pilihan kecuali Kejujuran tekad dan kesabaran tinggi hingga meraih kemenangan di bumi Andalusia… – Namun Kami hanyalah pejuang dakwah dan tarbiyah yang meninggalkan sejenak keluarga dan pekerjaan kami membawa cita-cita yang mulia demi tegaknya kalimat Allah Azza Wa Jalla di Bumi Allah Indonesia….

 Akhil kariim wa Akhibbatiiy Mungkin mereka menutup mata dengan langkah kami dan tertawa melihat tingkah kami… Namun Ketahuilah ketentuan, kekuasaan dan keadilan ALLAH tidak akan pernah berubah.  

قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللّهِ وَاصْبِرُواْ إِنَّ الأَرْضَ لِلّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَاء مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ ” 

Musa berkata kepada kaumnya: “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; Sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa.”( Qs Al A’raf : 127-128 WAL AQIBATU LIL MUTTAQIN…. 

Syeikh Bin Baz Rahimahullah biasa membuka majelisnya dengan menyampaikan kaidah besar ini “WAL AQIBATU LIL MUTTAQIN” mengajarkan kepada kita selama Perjuangan kita itu di atas Ketaqwaan disertai dengan kesabaran maka kemenangan itu adalah kesudahanya ….

 Lihatlah bagaimana Allah swt berfirman :

 وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا وَكَانُوا بِآيَاتِنَا يُوقِنُونَ 
Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar dan mereka meyakini ayat-ayat kami.” ( Qs As Sajdah 24 ) 

Berkata para ulama berdasarkan ayat ini :
 إنما تنال الولاية بالصبر و اليقين “
 Sesungguhnya kepemimpinan itu didapat dengan sabar dan keyakinan “ Imam Qurtubi menjelaskan di dalam tafsirnya bahwa yang dimaksud para pemimpin pada ayat di atas adalah para nabi dan Rosul, karena mereka selalu sabar di dalam melaksanakan perintah-perintah Allah, bersabar di dalam menjauhi larangan-larangan-Nya serta sabar dengan segala ujian dan cobaan yang menimpa mereka. Kalian boleh menutup mata, kalian boleh tertawa…namun keindahan itu pasti terlihat. 
فَسَتُبْصِرُ وَيُبْصِرُونَ
 Maka kelak kamu akan melihat dan mereka pun akan melihat (Qs. Al Qolam:5) Semoga Allah senantiasa memberi kesabaran bagi para pantia dan peserta Muktamar dan Mengaruniakan kesudahan yang baik fiddunya wa akhirah Salam perjuangan

sumber : wahdah.or.id

melihat keberhasilan dibalik setiap masalah



Bila kita menganggap masalah sebagai beban, kita mungkin akan menghindarinya. Bila kita menganggap masalah sebagai tantangan, kita mungkin akan menghadapinya. Namun, masalah adalah hadiah yang dapat kita terima dengan suka cita. 

Dengan pandangan tajam, kita melihat keberhasilan dibalik setiap masalah. Masalah adalah anak tangga menuju kekuatan yang lebih tinggi. Maka, hadapilah dan ubahlah menjadi kekuatan untuk sukses. Tanpa masalah, kita tak layak memasuki jalur keberhasilan. Bahkan hidup ini pun masalah, karena itu terimalah sebagai hadiah. 

Bila kita tak berani mengatasi masalah, kita tak akan menjadi seseorang yang sejati. Kepada mereka yang imannya kuat Allah berikan satu jaminan agar tidak takut dan bersedih hati. 

وَلاَ تَهِنُوا وَلاَ تَحْزَنُوا وَأَنتُمُ الأَعْلَوْنَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ “

Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman”. (QS. Ali Imran [3]: 139).

sumber : wahdah.or.id

Sunnguh Persatuan Itu Nikmat, Perpecahan Itu Laknat



وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ ﴿١٠٣﴾   

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Qs. Ali Imran:103) Persatuan dan persaudaraan itu nikmat.

Sebaliknya perselisihan, perceraiberaian, dan apapun yang bersinonim dengannya ialah adzab. Allah berfirman, “dan ingatlah, akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.” Tentu saja persatuan dimaksud adalah yang dilandasi iman, takwa, serta komitmen berpegang teguh pada tali Allah; Al-Qur’an dan As-Sunnah. Untuk lebih menyelami secara lebih mendalam betapa nikmatnya persatuan yang dilandasi komitmen pada Qur’an dan Sunnah, serta sebaliknya betapa hampanya permusuhan dan percerai beraian, mari simak ulasan Mufassir 

Nusantara, Buya Hamka dalam karya Monumentalnya, Al-Azhar. “Dan berpegang teguhlah kamu sekalian pada tali Allah.” (pangkal ayat). Apa yang disebut sebagai tali Allah sudah terang pada ayat di atas tadi, ialah ayat Tuhan yang dibacakan kepadam, tegasnya Qur’an. Berjalin-berkelindan dengan Rasul yang ada diantara kamu. Yaitu sunnahnya dan contoh bimbingannya. “Di sini ditegaskan, bahwa berpegang pada tali Allah itu kamu sekalian  artinya  bersatu padu. Karena kalau pegangan semuanya sudah satu, maka dirimu yang terpecah belah itu sendirinyapun menjadi satu. Lalu dikuatkan lagi dengan lanjutan ayat, “Dan janganlah kamu bercerai berai”. Di sini tampak pentingnya jama’ah. Berpegang pada tali Allah sendiri-sendiri tidaklah ada faedahnya, kalau tidak ada persatuan antara satu dengan yang lain. Di sinilah kepentingan kesatuan komando, kesatuan pimpinan. 

Pimpinan tertinggi ialah Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam”. (Juzu’ IV, hlm. 37). Kemudian beliau mengatakan, “Lalu datang lanjutan ayat; “Dan ingatlah olehmu nikmat Allah atas kamu; ketika kamu sedang bermusuh-musuhan telah dijinakan-Nya antara hati kamu masing-masing.” Itulah satu nikmat paling besar. Sebab perpecahan, permusuhan, dan berbenci-bencian adalah sengketa dan kutuk yang sangat menghabiskan tenaga-jiwa. Sebelum datang ajaran nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, suku dengan suku berkelahi. Antara Aus dan Khazraj di Madinah, antara bani Abdi Manaf dan Bani Hasyim di Mekkah; antara orang kota dan orang gunung dan padang pasir, semuanya itu bermusuhan, berbenci-bencian, berlomba memperebutkan kebanggaan dan kemegahan duniawi yang tidak berarti. 

Sekarang setelah ajaran Allah datang dengan perantaraan Rasul timbullah nikmat persatuan antarakmu, “Sehingga dengan nikmat Allah kamu menjadi bersaudara.” Apakah nikmat yang paling besar daripada persaudaraan sesudah permusuhan? Itulah nikmat yang lebih besar dari pada emas dan perak. Sebab, nikmat persaudaraan adalah nikmat dalam jiwa. Dengan persaudaraan yang berat sama dipikul yang ringan dapat sama dijinjing. “Padahal kamu dahulu telah di pinggir lobang neraka,” artinya neraka perpecahan, neraka kutuk-mengutuk, benci-membenci, sampai berperang bunuh-membunuh. “Namun kamu telah diselamatkanNya dari dalamnya.” Dibangkitkan Allah kamu dari dalam neraka jiwa itu, ditariknya tangan kamu, sehingga tidak jadi jatuh, yaitu kedatangan nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. 

Akhirnya Tuhan (Allah) berfirman di ujung ayat, “Demikianlah Allah menyatakan kepada kamu tanda-tanda-Nya supaya kamu mendapat petunjuk.” (ujung ayat 103). Maka semua anjuran yang tersebut di atas itu disebutkan sebagai tanda-tanda (ayat-ayat) atau kesaksian tentang kekuasaan Allah. Tentang peraturan dan sunnah Allah (natuurwet) di alam ini. Bahwasanya persatuan dari manusia yang sepaham bisa menimbulkan kekuatan yang besar. Demikian kutipan dari Tafsir Al-Azhar Juzu’ IV, halaman 37-38. Sebagai kesimpulan, ada beberapa pelajaran penting dari ayat ini, diantaranya; 

Pertama,  Persaudaraan dan persatuan yang dilandasi komitmen terhadap Kitabullah dan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam merupakan karunia terbesar dari Allah setelah nikmat hidayah Islam dan Ittiba’ur Rasul. 

Kedua, Allah Ta’ala senang bila hamba-Nya senantiasa mengingat dan menyebut-nyebut nikmat yang Dia karuniakan kepada mereka baik dengan hati maupun lisan. Sebab hal itu merupakan tanda syukur dan dapat meningkatkan rasa syukur terhadap nikmat. 

Ketiga, Persatuan dan persaudaraan hakiki hanya tegak di atas iman, sebagaimana firman Allah, “hanyasanya orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara.” (terj. Qs. Al-Hujurat:10). Akan tetapi kadar keimanan masing-masing orang beriman juga bertingkat-tingkat. Namun selama seseorang termasuk dalam kategori orang beriman, maka ia adalah saudara. Ia berhak untuk kita menjalin persaudaran dan persatuan dengannya. 

Keempat, Persatuan dan persaudaraan sejati juga hanya tegak di atas komitmen terhadap al-Qur’an dan as Sunnah. Namun tak dapat dinafikan, kadar komitmen masing-masing bertingkat-tingkat. Sebagaimana ditegaskan oleh Allah, dalam surah Fathir [35] ayat 32, “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.” (terj. Qs. Fathir:32). Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa para pewaris Kitabullah bertingkat-tingkat berdasar kadar dan tingkat komitmen mereka. 

Ada yang (1) dzalim linafsih, (2) muqtashid, dan (3) sabiqun bil khairat. Ketiganya diakui sebagai pewaris kitab yang memiliki hak ukhuwah dan persaudaraan. Oleh karena itu upaya membina persatuan dan persaudaraan hendaknya dibarengi dengan usaha sungguh-sungguh membina iman serta meningkatkan komitmen berpegang teguh terhadap Dinul Islam dengan selalu merujuk kepada Al-Qur’an dan As Sunnah. 

Namun adanya kekurangan pada kadar komitmen saudara sesama Muslim terhdap al-Qur’an dan As Sunnah tidak sepantasnya menjadi alasan untuk tidak mengupayakan persatuan dan persaudaraan di kalangan kaum Muslimin. Upaya membina persatuan harus berkait kelindan dengan kerja keras membina ummat untuk belajar serta mengamalkan al-Qur’an dan As Sunnah. Dalam hal ini berlaku kaidah, ma la yudraku kulluhu la yutraku kuluuhu, sesuatu yang tidak dapat dicapai seluruhnya maka tidak ditinggalkan seluruhnya. Wallahu a’lam.

sumber : wahda.or.id

.

Inilah 3 Doa Yang Mustajab Untuk Meminta Anak Yang Sholeh & Sholeha

doa untuk anak sholeh


Anak soleh dan salihah merupakan predikat yang pasti dinanti-nanti oleh para orang tua yang menginginkan amalan tidak terputus walau jiwa sudah berpisah dari raga kelak. Dari Abu Hurairah r.a berkata bahwa Rasulullah saw. telah bersabda, “Jika anak Adam meninggal, maka amalnya terputus, kecuali dari tiga perkara, sedekah jariah, ilmu yang bermanfaat, dan anak sholeh yang berdoa kepadanya,” (H.R. Muslim).
Indah bukan? Tapi, apakah anak kita ada jaminan menjadi soleh? Sayangnya, tidak ada.

Hebatnya Kekuatan Doa

Rasulullah shallallahu’alaih wa sallam bersabda, “Tidak ada yang dapat menolak taqdir (ketentuan) Allah ta’aala selain do’a. Dan Tidak ada yang dapat menambah (memperpanjang) umur seseorang selain (perbuatan) baik,” (H.R. Tirmidzi 2065).
Betapa hebat sebuah doa bahkan bisa menolak ketentuan yang sudah Allah Swt. tetapkan. Anggaplah anak kita (insya Allah) memang yang terbaik, tapi kita tak pernah tahu takdir Allah apa yang Dia tentukan kepada anak kita. Bisa takdir yang baik, bisa yang buruk. Doa kitalah yang akan membentenginya dari takdir yang buruk. Doa kitalah yang akan menjadikan anak kita menjadi anak terbaik di dunia dan akhirat.
Kajian tentang doa tentunya sangat luas dan banyak, tapi cukuplah kita dengan jaminan Allah Swt. dan sabda Rasullulah saw. berikut,
“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu…,'” (Q.S. al-Mu’min: 60).
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar), dan doa orang yang dizalimi,” (H.R. Abu Daud no. 1536).
Jadi, berhatilah-hatilah dan perhatikanlah kata-kata yang akan keluar dari mulut kita kepada anak. Doa (kata-kata) apa pun menjadi mustajab, ayo kita mulai doakan anak kita menjadi anak soleh mulai sekarang.

anak soleh


Berikut merupakan doa-doa yang tersebut dalam Alquran dan juga hadis yang berkaitan dengan permintaan dikaruniai anak/keturunan yang soleh dan salihah.

1. Doa Nabi Ibrahim a.s. Meminta Anak Soleh

“Robbi hablii minash shoolihiin.”
“Ya Rabbku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh,” (Q.S. Ash-Shaffaat: 100).

2. Doa Nabi Dzakariya a.s. Meminta Anak yang Baik

“Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa.”
“Ya Rabbku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar doa,” (Q.S. Ali Imron: 38).

3. Doa Meminta Kebaikan pada Anak dan Istri


anak soleh
Meminta kebaikan atas istri dan anak. (https://s-media-cache-ak0.pinimg.com)

“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.”
“Ya Rabb kami, anugerahkanlah kepada kami, istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa,” (Q.S. al-Furqon: 74).
Allah Swt. sudah mengajarkan doa-doa tersebut di dalam Alquran, kitab suci-Nya. Tak perlu kita bingung atau masih mencari-cari cara bagaimana menjadikan anak soleh. Allah Swt.-lah yang menjadikan anak kita soleh, maka banyak-banyaklah berdoa kepada-Nya.
Sahabat Abi Ummi bisa mendoa doa-doa tersebut di atas di waktu-waktu yang sudah disiapkan Allah Swt. dijamin kemakbulannya pula, seperti sesudah salat fardhu, ketika sujud, jeda antara adzan dan iqamah, dan waktu-waktu mustajab lainnya. Berdoalan untuk mendapatkan anak soleh diwaktu yang mustajab tersebut.
Di akhir artikel ini, ijinkan penulis juga berdoa dengan salah satu doa di atas untuk keluarga penulis pada khususnya, dan untuk keluarga Sahabat Abi Ummi pada umumnya,
“Robbanaa hab lanaa min azwajinaa wa dzurriyatinaa qurrota a’yun waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa.”
Aamiin.

sumber : abiumi.com

Jika Satu Pintu Kebaikan Tertutup, Masih Banyak Pintu-pintu Kebaikan Allah Lainnya yang Terbuka

Satu Pintu Kebaikan Tertutup, Masih Banyak Pintu-pintu Kebaikan Lainnya yang Terbuka

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah –Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Sungguh karunia Allah atas umat ini sangat luar biasa. Dia pilihkan untuk umat ini Nabi dan Rasul termulia, kitab suci paling sempurna, dan syariat yang mudah dan penuh berkah. Pintu-pintu kebaikan yang utama selalu dibuka untuk umat akhir zaman. Tidak ada amal besar yang bisa dilaksanakan satu kaum yang tak mampu dikerjakan kaum yang lain kecuali Allah siapkan amal lain yang bisa menyamainya. Bahkan sebagiannya lebih utama. Tidak ada alasan bagi yang tertinggal di satu amal lalu ia istirahat tanpa beramal yang lain.
Jika Anda fakir. Tidak punya harta untuk diinfakkan fi sabilillah. Sementara para aghniya’ (orang-orang kaya) berlomba berinfak padanya. Sungguh kondisi ini telah lebih dahulu dialami para sahabat Rasulillah, mereka berkata:
يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَيتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ
“Wahai Rasulullah, orang-orang kaya pergi bawa pahala yang banyak; mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka berpuasa sebagaimana kami puasa, lalu mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka.”
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab,
أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا تَصَدَّقُوْنَ : إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةً وَنَهْيٍ عَن مُنْكَرٍ صَدَقَةً وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً
“Bukankah Allah telah jadikan bagi kalian jalan untuk bersedekah? Sesungguhnya setiap Tashbih(ucapan Subahanallah) merupakan sedekah, setiap takbir (Allahu Akbar) merupakan sedekah, setiap tahmid (Al-Hamdulillah) merupakan sedekah, setiap tahlil (Laa Ilaaha Illallah) merupakan sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan pada setiap kemaluan kalian (hubungan suami istri) merupakan sedekah.” (HR. Muslim)
Hadits ini mengajarkan kepada kita akan luasnya karunia Allah Ta’ala dan banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka untuk hamba-Nya.
Abu Darda’ pernah berkata, “Aku mengucapkan Laa Ilaaha Illallaahu Wallahu Akbar sekali saja lebih aku sukai daripada sedekah 100 dinar.”
Saat jihad sebagai puncak amal Islam tidak mampu dikerjakan orang lemah, Allah membuka pintu kebaikan lain yang menyamainya. Apabila para sahabat berudzur tidak bisa ikut di satu amal jihad maka mereka membiayai seseorang untuk menggantikan dirinya, membantu pembiayaan perang, atau menanggung kebutuhan keluarga mujahid.
Dari Zaid bin Khalid Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَقَدْ غَزَا وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا
"Siapa yang menyiapkan kebutuhan seorang yang berperang fi sabilillah maka sungguh ia telah ikut berperang. Dan siapa yang mengurus keluarga orang yang berperang fi sabilillah dengan baik maka sungguh ia telah ikut berperang." (Muttafaq 'Alaih)
Jika harta untuk membantu mujahid perang juga tak punya maka Allah membuka jalan lain yang menyamainya. Bahkan lebih utama lagi, yaitu amal shalih di sepuluh pertama Dzulhijjah. Amal shalih ini sangat dicintai Allah dan nilainya lebih utama dari jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar sendiri ke medan perang dengan jiwa dan hartanya lalu ia gugur fi sabilillah dan hartanya diambil musuh sebagai rampasan perang. (HR. Al-Bukhari)
Begitu juga Haji sebagai amal shalih paling utama tidak mampu dikerjakan banyak kaum muslimin karena tidak punya modal ke sana atau fisiknya lemah maka Allah mengganti dengan amal lain yang menyamainya.
مَنْ صَلَّى الْفَجْرَ فِي جَمَاعَةٍ ، ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ ، كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَامَّةٍ ، تَامَّةٍ ، تَامَّةٍ
“Barangsiapa yang shalat fajar berjamaah, kemudian ia duduk berzikir kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala hingga terbit matahari, kemudian shalat dua rekaat, adalah baginya seperti pahala haji dan umrah yang sempurna, sempurna, sempurna.” (HR. Al-Tirmidzi)
Jika berat memanfaatkan waktu tersebut karena rasa kantuk yang sangat atau ada urusan lain, Syariat membuka pintu lain dengan keutamaan serupa.
مَنْ غَدَا إِلىَ المَسْجِدِ لاَ يُرِيْدُ إلاَّ أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أوْ يُعَلِّمَهُ كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجِ تَامًا حِجَّتُهُ
“Siapa yang pergi ke masjid tidak lain yang diinginkan hanya belajar kebaikan (Islam) atau mengajarkannya, baginya seperti pahala haji yang sempurna hajinya.” (HR. Shahih Al-Targhib: 86)
Pergi shalat Jum’at lebih awal juga menyamai haji sunnah. Karenanya Said bin Musayyib berkata, “Ini lebih aku sukai daripada haji nafilah (sunnah).”
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam juga telah menyamakan orang yang berangkat shalat Jum’at labih pagi seperti orang yang berkurban.
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً
"Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta.... ” (HR. Muttafaq 'alaih)
Imam Al-Hasan al-Bashri berkata, “Berjalanmu untuk membantu saudara muslimmu lebih baik bagimu daripada haji.”
Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu berkata, “Perginya kamu ke masjid di pagi hari lebih kamu sukai daripada berperangnya kami bersama Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam.”
Wahai saudaraku, rahmat Allah itu sangat luas dan pintu-pintu kebaikan juga banyak. Jika engkau dapati satu pintu sedang tertutup, pasti Allah buka pintu lain untukmu. Jika satu jalan sempit bagimu maka di sana ada banyak jalan lain yang luas. Maka bukalah pintu-pintu ini dan teruslah berjalan dengan senantiasa membaca “Bismillahi (dengan menyebut Nama Allah)” sehingga sampai kepada pintu surga. Wallahu A’lam
sumber : voa-islam.com

Minggu, 22 Januari 2017

Inilah Langkah-Langkah Dalam Mengajari Putri Anda Untuk Berjilbab



Baru-baru ini saya berada di sebuah acara khusus wanita, tapi karena diadakan di tempat umum, banyak perempuan tetap memakai hijabnya karena khawatir ada pria asing masuk.
Saat, akhirnya saya duduk di dekat beberapa saudari perempuan muslim yang belum saya kenal. Selama beberapa menit mereka duduk diam dan tampak segan untuk berbicara. Kemudian, salah satu dari mereka yang berbaju biru menunjuk putri saya yang berusia dua belas tahun dan bertanya, “Apakah dia memakai jilbab sepanjang waktu?”
Sedikit bingung dengan pertanyaannya, saya jawab, “Well, ya, ketika dia di luar. Tidak di rumah dengan keluarga, tentu saja. ”
“Tapi tidak hanya di sini, hari ini?” Dia bertanya lagi. “Bahkan di sekolah? Bahkan di mal? ”
“Ya.”
“Bagaimana Anda menyuruhnya untuk melakukan itu? Bagaimana Anda menyuruhnya memakai jilbab?” seorang wanita paruh baya bertanya tiba-tiba. “Kami bahkan tidak bisa menyuruh anak perempuan dan cucu perempuan kami untuk melakukannya.”
Saya tidak bisa memastikan bagaimana pola pikirnya, tapi saya menduga ia berpikir bahwa itu merupakan hal ironis bahwa  sejumlah orang yang terlahir Islam (dalam keluarga Islam, red) harus berjuang untuk mengenakan jilbab. Namun di sini saya, seorang mualaf Amerika, dan putri saya dan kami berdua berjilbab.
“Saya tidak bisa menjawab pasti, jujur,” jawab saya. “Alhamdullilah dia memilih untuk mengenakan jilbab ketika ia beranjak besar, dan itu bukan sebuah perjuangan. Tetapi hanya karena kasih karunia Allah SWT bahwa setiap dari kita taat kepada-Nya.
”
Saudariku seiman tadi menatapku dengan penuh perhatian.  Mungkin dia mengharap mendengar tentang hadiah atau hukuman untuk memastikan seorang gadis memakai jilbab dengan benar?
“Saya berdoa hampir setiap hari kepada Allah untuk menjaga saya dan anak-anak saya di jalan yang lurus,” lanjut saya. “Saya pikir itu cara terbaik. Tak satu pun dari kita harus mendapatkan kepuasana dalam ibadah kita. ”
Itu adalah akhir dari percakapan saya dengannya, tapi sejak hari itu saya telah berusaha menjawab persoalan yang butuh pemikiran mendalam. Sementara saya percaya rahmat Allah adalah alasan mendasar putri saya (atau kita) memakai jilbab, saya menyadari ada beberapa cara orang tua dapat mendukung dan mendorong anak perempuan mereka untuk berjilbab. Insya Allah daftar tips berikut ini akan bermanfaat bagi orang tua lain atau kakek-nenek yang ingin memberikan dukungan terbaik bagi anak cucunya di dalam hidup mereka.
1. Berdoa. Sesering mungkin, mintalah kepada Allah untuk membuat Anda dan anak-anak Anda hidup benar, termasuk mengikuti semua syarat pakaian dan perilaku Islam. Allah engatakan bahwa doa orang tua untuk anaknya tidak akan tidak terjawab.
2. Mulai percakapan soal jilbab dari usia yang sangat muda, dan tetap positif. Memberitahu Muslimah muda berpakaian dan perilaku yang baik demi Allah, untuk mencintai dan menaati-Nya dan untuk mendapatkan balasan-Nya.
3. Jangan menyederhanakan jilbab dengan membuat itu semua tentang keinginan pria! Begitu banyak orang mengatakan kepada anak perempuan mereka, “Tutup kecantikanmu sehingga tidak akan menggoda pria.” Dalam Islam, laki-laki dan perempuan sama-sama diperintahkan untuk menjadi orang yang taat.
Pria harus menurunkan pandangan dan berpakaian dan bertindak dengan tepat. Perempuan, selain berjuang menuju perilaku ketaatan, diperlukan untuk menutupi tubuh dan rambut mereka. Mereka harus melakukan tindakan ini sebagai ibadah untuk taat dan menyenangkan Allah SWT. Dengan pola pikir proaktif ini, perempuan yang berjilbab sebagai bagian ibadahnya. Dia tidak dipaksa, diancam, atau takut dalam melakukan hal itu. Hal ini antara dirinya dan Penciptanya. Ini adalah investasi, Insya Allah di akhirat.
4. Jika Anda seorang ibu, bibi, atau nenek, pakailah jilbab Anda dengan bangga, berdasar ilmu, dan optimisme.
Sekarang dan kemudian, biarkan anak cucu Anda tahu mengapa Anda menutupi dan bagaimana bersemangatnya Anda untuk mendapatkan berkah Allah. Berpakaian tepat tetapi juga dengan perawatan diri. Seseorang dapat melakukan ketaatan namun juga masih terlihat rapi dan bersih. Anak-anak akan menangkap bahkan komentar negatif sedikit seperti, “jilbab ini membuat saya terlihat tua/gemuk/ kuno.”
Fokus pada sisi positif sebagai gantinya. Kenakan pakaian sederhana yang nyaman dipakai dan dilihat, yang memberikan Anda energi dan membuat Anda nyaman dan bahagia. Hubungan cinta (atau benci) anda dengan jilbab akan terlihat jelas.
5. Ajak anak anda untuk menghabiskan waktu dengan teman-teman yang juga memakai jilbab. Kebanyakan remaja dan pra-remaja sangat peduli tentang apa yang rekan-rekan mereka fikir dan dipengaruhi oleh mereka. Pastikan teman-teman mereka menghabiskan sebagian besar waktu dengan contoh yang baik! Ini mungkin memerlukan beberapa usaha di pihak Anda.
Putri Anda mungkin saat ini memiliki teman-teman yang berjilbab, sehingga Anda bisa mengatur baginya untuk bertemu dengan beberapa orang melalui kelompok Muslim muda, kegiatan masjid, atau teman-teman keluarga.
6. Buatlah pesta jilbab! Rayakan saat putri anda mencapai kedewasaan dengan berjilbab dengan menyenangkan, pesta kecil untuk putri anda dan temannya. Pesta putri kami menampilkan dekorasi dalam warna favoritnya, makanan ringan lezat, permainan dengan hadiah kecil untuk para pemenang, dan beberapa hadiah untuk putri saya dari teman dan keluarga. Pesta ini tidak harus sangat rumit atau mahal untuk membuat seorang gadis merasa istimewa dan dicintai.
7. Berbicara menyenangkan. Sebagaiman Cyndi Lauper, seorang penyangi di tahun 80-an, anak-anak hanya ingin menirunya! Pada tahun-tahun remaja, anak-anak kita akan mengamati teman-teman non-Muslim mereka yang terlibat dalam berbagai bentuk hiburan yang tidak diperbolehkan.
Pastikan Anda, sebagai orangtua, memungkinkan anak-anak Muslim Anda untuk memiliki waktu untuk bersenang-senangteman-teman mereka. Jika mengikuti Islam sepertinya seperti beban dan daftar panjang kewajiban dan pembatasan, anak kita tidak akan merasa terinspirasi. Tetapi jika mereka diberikan alternatif yang menyenangkan dan sesuai aturan Islam, maka mereka akan melihat bahwa ibadah bisa dilakukan dengan taat dan menyenangkan.
Hampir semua bentuk hiburan dapat dibuat halal dengan sedikit kreativitas dan usaha. Ini adalah cara besar orang tua dapat mendukung anak remaja mereka. Dibutuhkan waktu dan energi, tetapi lebih baik daripada kehilangan anak-anak kita dalam kegiatan yang haram.
8. Memiliki harapan yang tinggi yang sama dengan anak Anda. Semua orang-terutama saudara, membenci standar ganda. Putri Anda pasti akan melihat ketidakadilan jika ia diharapkan untuk bertindak dan berpakaian sopan saat kakak laki-lakinya akan pergi dengan semua jenis perilaku yang tidak pantas. Sayangnya, standar ganda ini adalah norma di beberapa budaya.
Pastikan untuk mengajarkan anak laki-laki untuk menjaga kerendahan hati mereka, menurunkan pandangan mereka, dan memperlakukan wanita dengan hormat. Ingatkan mereka untuk tidak memakai celana pendek atau celana renang yang menggantung rendah, di bawah pusar. Jadilah tegas dengan tingkah laku mereka seperti Anda dengan putri Anda. Anak laki-laki juga harus taat kepada Allah dalam perilaku mereka!
9. Peliharalah bakat putri anda selama masa pra-pubertas dan pubertas. Ini adalah waktu untuk berinvestasi dalam wanita bagaimana mereka menjadi kelak. Membantunya mencapai impian dan mencapai potensi dirinya. Jika dia memiliki bakat atau gairah, pupuknya sebisa anda. Dukung kegiatannya di sekolah atau sediakan yang dia butuhkan. Memberinya perhatian dan apresiasi.
Para generasi muda muslimah kita pantas mendapatkan dedikasi ini. Selanjutnya, ketika kita berinvestasi di dalamnya, mereka akan merasa diberdayakan, mencintai, dan lebih bersedia untuk mendengarkan saran dan untuk berhubungan dengan keluarga mereka dan komunitas Muslim.
10. Dengarkan mereka. Benar-benar mendengarkan! Jika dia memiliki kekhawatiran tentang mengenakan jilbab, tidak hanya menjelaskan dengan pendapat Anda sendiri, mengabaikan rasa takutnya, atau mengabaikannya. Terutama jika Anda adalah seorang ayah yang tidak terlihat menjadi ‘seorang muslim’ dalam masyarakat yang didominasi non-Muslim, Anda tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan apa yang sedang dihadapi seorang Muslimah.
Jika dia berkata, “Saya khawatir apa yang anak-anak di sekolah akan mengatakan,” Anda mungkin tergoda untuk menjawab, “Jangan khawatir apa yang orang lain pikirkan!” Atau “Saya yakin kau akan baik-baik.” Sikap itu tidak akan membantu. Diskusikan dengan anak Anda. Mendiskusikan skenario yang mungkin dan bagaimana dia bisa merespon dengan keyakinan. Bicara tentang apa yang harus dilakukan dalam kasus bullying. Membantunya merumuskan tanggapan yang ringkas dan benar. Yang paling penting, katakan padanya bahwa dia memiliki anda apapun yang terjadi.
11. Anda juga harus berpakaian yang benar. Hal ini mungkin tampak jelas, seorang ibu akan menjadi teladan pertama putrinya. Lihatlah cara Anda sendiri berpakaian dan lihatlah apakah memenuhi pedoman Islam. Jika tidak, wajarkah bagi Anda untuk mengharapkan putri Anda untuk berjilbab? Jika Anda seorang ayah, pastikan Anda memenuhi kewajiban Islam Anda. Anak-anak dapat melihat kemunafikan dari satu mil jauhnya.
12. Pastikan dia tahu bahwa cinta Anda baginya adalah tidak bergantung jilbabnya. Hal ini mungkin terdengar aneh, tapi beberapa gadis akan berjilbab hanya untuk mendapatkan cinta orangtua mereka atau, sebaliknya, memberontak terhadap orang tua mereka dengan tidak memakai jilbab. Jika Anda memiliki koneksi penuh kasih yang kuat dengan putri Anda, dia tidak akan bingung akan kewajibannya terhadap Islam dengan hubungannya dengan orang tuanya.
Ya, secara teknis anak-anak diminta untuk menaati orang tua mereka, dan seorang putri harus berjilbab jika orangtuanya memerintahkan. Pada akhirnya, bagaimanapun putri kita akan tumbuh, menjadi wanita independen yang harus memilih untuk mengenakan jilbab setiap hari demi Allah saja, bukan karena kita mengawasi mereka, tetapi karena Allah.
Ditulis Laura El Alam
Laura El Alam memeluk Islam pada tahun 2000 dan merupakan istri dan ibu dari lima.
diterjemahkan dengan perubahan seperlunya dari situs aboutislam.net

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog