Rabu, 25 Januari 2017

5 Cara Melawan Penyakit Riya Agar Tidak muncul Dalam Hati Seorang Hamba

riya

Riya memang merupakan salah satu penyakut hati yang paling berbahaya. Begitu banyak dalil yang menjelaskan bahwa riya menggugurkan amal kebaikan. Karena itu berbagai upaya harus dilakukan untuk menjauhkan munculnya riya dalam hati.
Di antara cara yang harus dilakukan untuk menjauhkan penyakit riya adalah:
1. Menanamkan muraqabatullah. yakni merasa selalu diawasi oleh Allah, tidak hanya kondisi lahir tetapi juga kondisi hati kita. Harus ditanamkan selalu bahwa Allah senantiasa melihat dan mengetahui apa yang terdapat dalam hati kita. Inilah derajat ihsan yang dsebutkan oleh Nabi saw.
2. Berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah. Sebab, Dia yang menggenggam hati manusia. Mudah bagi Allah untuk menjadikan hati ini baik dan bersih. Di antaranya dengan redaksi doa yang diajarkan Nabi saw,
اللهم إنا نعوذ بك من أن نشرك بك شيئا نعلمه ونستغفرك لما لا نعلم ” رواه أحمد (4/403
“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari sikap menyektukan-Mu dengan sesuatu yang kami ketahui dan kami memohon ampunan atas sesuatu yang tidak kami ketahui.”
3.  Mengetahui dampak buruk riya serta akibatnya bagi hati dan amal, baik di dunia apalagi di akhirat.
4. Menyadari bahwa pujian dan sanjungan manusia hanya menipu, bersifat sementara, dan sama sekali tidak memberikan manfaat. Sebagaimana celaan mereka juga tidak bisa mendatangkan bahaya. Ketika ada yang datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Pujianku mendatangkan kebaikan sementara cacianku mendatangkan aib,” beliau menjawab, “Yang bisa berbuat semacam itu hanya Allah Swt.”
5. Berusaha menyembunyikan amal dan tidak memerlihatkannya; terkecuali dalam rangka untuk memberikan contoh kebaikan selama hati tetap bisa dijaga.
Demikian di antara upaya untuk melepaskan diri dari penyakit riya. Jika berbagai upaya sudah dilakukan dengan sekuat tenaga, yakinlah bahwa insya Allah kebaikan akan Allah berikan. Yang penting adalah ada usaha yang kuat dengan selalu berusaha mengusir bisikan dan meminta perlindungan kepada-Nya. Sesudahnya pasti Allah akan memberikan jalan petunjuk menuju keikhlasan. Allah befirman, “Orang-orang yang berjuang di jalan Kami, niscaya Kami antar mereka kepada jalan-jalan Kami. Allah bersama orang-orang yang berbuat baik.” (QS al-Ankabut: 69).
Wallahu a’lam.
sumber : aqlislamiccenter.com

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog