Jumat, 21 Oktober 2016

Inilah Hakekat Ahlus Sunnah Wal Jamaah Yang Sesungguhnya

Ahlus sunnah wal jamaah adalah manhaj beraqidah yang benar dengan dua ciri. Pertama  mereka sangat mencintai keluarga NabiMuhammad SAW. Kedua mereka juga sangat mencintai sahabat Nabi Muhammad SAW.

Maka tidak cukup orang mengaku ber-agama Islam akan tetapi dengan mudah mereka mencaci para sahabat nabi Muhammad SAW. Dan yang keluar dari ahlus sunnah wal jamaah model ini diwakili oleh kelompok Syi’ah (Syi’ah Imamiyah Itsnata’asyariyah) dengan ciri khas paling menonjol dari mereka adalah  mengagungkan ahlu bait Nabi Muhammad SAW,akan  tetapi merendahkan para sahabatNabi Muhammad SAW.
Begitu juga tidak cukup orang mengaku Islam akan tetapi dia merendahkan ahlul bait Nabi Muhammad SAW. Dan yang keluar dari ahlus sunnah wal jamaah model ini mempunyai ciri khas yaitu yang tidak peduli dengan urusan ahlul bait nabi Muhammad SAW,mencoba merendahkan sayyidina Ali bin abi Tholib,biarpun di sisi lain mereka mengakui para sahabat nabi Muhammad SAW.
 .
Ringkasnya ahlus sunnah wal jamaah adalah mereka yang memuliakan ahlul bait dan sekaligus mengagungkan para sahabat Nabi Muhammad SAW.
Ada diantara orang-orang yang mengaku mengagungkan dan memuliakan para sahabat Nabi Muhammad SAW dan ahlu bait Nabi Muhammad SAW.Akan tetapi mereka punya penafsiran-penafsiran tentang aqidah yang jauh dari kitab Allah dan sunnah Rasululloh SAW, yaitu dari kaum jabariah dan qodariyah
Disaat seperti itu muncullah seorang yang dinobatkan sebagai Imam besar yang telah  berusaha untuk membersihkan aqidah ahlus sunnah wal jamaah yang benar dari unsur luar dan menjerumuskan. Dan muncullah cetusan-cetusan ilmu aqidah yang benar yang dari masa ke masa  dan menjadi pegangan umat Islam sedunia yaitu aqidah ahlu sunnah wal jamaah asy’ariyah.

Asy`ariyah adalah sebuah pergerakan pemikiran pemurnian aqidah yang dinisbatkan kepada  Imam Abul HasanAl-Asy`ariy. Beliau lahir di Bashrah tahun 260 Hijriyah bertepatan dengan tahun 935 Masehi. Beliau wafat di Bashrah pada tahun 324 H / 975-6 M.
Imam Al-Asy`ari pernah belajar kepada ayah tiri beliau yang bernama  Al-Jubba`i, seorang tokoh  dan guru dari kalangan Mu`ta-zilah. Sehingga Al-Asy`ari  mula-mula men-jadi penganutMu`tazilah, sampai tahun 300 H. Namun setelah beliau mendalami paham Mu`ta-zilah hingga berusia 40 tahun, terjadilah debat panjang antara beliu dengan gurunya, Al-Jubba`i dalam berbagai masalah. Debat itu membuatnya tidak puas dengan konsep Mu`ta-zilah dan beliau pun keluar dari paham itu dan  kembali kepada pemahanan Ahlus Sunnah Wal-jamaah.

ImamAl-Asy`ari telah berhasil mengembalikan pemahaman sesat kepada aqidah yang benar dengan kembali kepada apa yang pernah di bangun oleh para salaf(ulama sebelumnya) dengan senantiasa memadukan antara  dalil nash (naql) dan  logika (`aql). Dengan itu belaiu berhasi lmelumpuhkan para pendukung Mu`ta-zilah yang selama ini menebar fitnah ditengah-tengah ummat  Ahlus Sunnah. Bisa dikatakan sejak berkembangya aliran Asy`ariyah inilah,Mu`tazilah berhasil diruntuhkan.
Dan kaumAsya’iroh dari masa ke masa selalu mempunyai peran dalam membela aqidah yang benar yaitu aqidah ahlus sunnah wal jamaah.
Dan terbukti dalam sejarah perkembangan Islam ulama Asya’irohlah yang memenuhi penjuru dunia. Merekalah ahli sunnah yang sesungguhnya.

Adalagi pakar aqidah yang semasa dengan Imam  Abul Hasan Asy’ari yaitu Imam Abu mansur Almaturidi. Secara umum tidak ada perbedaan diantara keduanya. Hanya karena yang tersebar di Indonesia maka kami sebut lebih sering Asy’ariyah.

Wallohua’lam bishshowab

sumber : fb Buya Yahya Al-Bahjah

0 komentar:

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.